• Blog Stats

    • 980 hits
  • Arsip

Perkakas ‹ — WordPress

Perkakas ‹ — WordPress.

TEMPAT PERTANDINGAN

KOTA CIMAHI
CABOR TEMPAT
BALAP SEPEDA CISANGKAN
BALAP MOTOR BRIGIF XVII CIMAHI
KAB. BANDUNG BARAT
CABOR TEMPAT
BALAP SEPEDA GN TANGKUBAN PERAHU
BERKUDA PARONGPONG
GANTOLE LEMBANG
PARALAYANG LEMBANG
SKI AIR SAGULING

Pengukuhan Atlet Pelatcab Porda Jabar Kota Bandung

Pengukuhan Atlet Pelatcab Porda Jabar Kota Bandung

Rabu, 29 Juli 2009

Sumber Badan Komunikasi dan Informatika, dibaca: 229 kali

Meraih prestasi optimal menjadi juara umum dalam pekan olah raga daerah (Porda) Jabar XI 2010, merupakan obsesi setiap kontingen. Terlebih bagi Kota Bandung, bertekad menjaga tradisi sebagai penghuni puncak klasemen perolehan medali, sekaligus juara umum porda.

“Sepanjang sejarah Porda Jabar, kontingen Kota Bandung baru sekali kalah, di Porda X tidak jadi juara umum. Sejarah kekalahan ini cukup sekali, jangan terulang kembali,” kata Wali Kota Bandung, H Dada Rosada dalam amanatnya saat meresmikan mascot kontingen, pengukuhan tim bayangan sekaligus pembukaan pemusatan latihan cabang (pelatcab) kontingen Porda Jabar 2010 Kota Bandung, di Plaza Balaikota Pemkot Bandung, Jalan Wastukancana 2, Selasa malam (28/07/09).

Pengukuhan ditandai secara simbolis pengenaan jaket kontingen, pemberian transport bulanan pembina dan atlet selama pelatcab, penyerahan bendera kontingen, polis asuransi untuk para atlet dan pembina, sosialisasi maskot kontingen “Maung Bandung” serta penghargaan kepada tokoh olah raga Kota Bandung, D Parma Sunarya (alm). Menurutnya, Porda XI merupakan pertaruhan berat bagi 1.023 atlet dan 180 official kontingen Kota Bandung. Karena jika lepas lagi, energi untuk bangkit akan menjadi lebih besar dan melelahkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, target Kota Bandung sebagai kota berprestasi di bidang olah raga akan mengalami hambatan serius, antusias masyarakat menjadi lemah dan kehilangan rasa bangga.

Penetapan target dikatakannya, sikap takabur, melainkan wujud pertanggungjawaban seluruh cabang olah raga (cabor) terhadap masyarakat yang telah memberikan dukungan finansial.  “Maksimalkan pelatda ini sebaik-baiknya dengan mengembangkan metoda latihan efektif, efisien dan disiplin tinggi. Bagaimanapun juga terpilihnya saudara sebagai anggota kontingen, telah melalui seleksi ketat. Saudara adalah warga Kota Bandung pilihan,” ujar Dada.

Dada juga mengingatkan official, pelatih dan atlet, terutama terkait keberadaan Kabupaten Bandung yang juga memiliki modal spirit yang sangat besar karena sama-sama sebagai tuan rumah. Bahkan Dada mengatakan, akibat Kota Bandung belum memiliki stadion yang reperesentatif, pembukaan dan penutupan porda XI direncanakan di Stadion Si Jalak Harupat.

“Dengan semangat maskot Maung Bandung, target juara umum mudah-mudahan dapat kita wujudkan. Buktikan bahwa Maung Bandung bukan maung ompong tapi maung yang mengaum dan bersemangat. Maung yang memiliki keberanian, ketangguhan, kecepatan, ketepatan dan akurasi membidik prestasi, ” harap Dada.

Ketua Umum KONI Kota Bandung yang juga Sekretaris Daerah Kota Bandung, H Edi Siswadi menyatakan, sebagai tuan rumah dan peserta, telah menetapkan target sasaran yang ingin dicapai yang disebutnya “Tri Sukses”. Sukses yaitu sukses penyelenggaraan, sukses pemberdayaan ekonomi rakyat dan sukses prestasi.

Sukses pertama, sebagai tuan rumah Kota Bandung ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh kontingen, bukan saja kontingen yang bertanding tapi juga seluruh peserta yang memilih akomodasi di Kota Bandung. Karena dari 42 cabor yang dipertandingkan, 25 diantaranya dilaksanakan di Kota Bandung, 17 cabor sisanya dilaksanakan di Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Sukses kedua, diindikaksikan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksnaan. Dikatakannya, ajang Porda dapat dijadikan sarana promosi khususnya bagi kelompok usaha kecil dan menengah dengan cara membuat berbagai macam souvenir.

Sukses ketiga, Kota Bandung harus menjadi yang terbaik yaitu sebagai pengumpul medali emas terbanyak atau Juara Umum. Sudah menjadi tekad dan komitmen bersama seluruh insan olah raga kontingen Kota Bandung, di Porda XI 2010 mendatang untuk kembali memberikan prestasi terbaiknya. Meraih target minimal 20 % medali emas atau minimal 102 medali emas.

“Alhamdulillah, seluruh cabor telah menyatakan kesiapannya. Adalah kewajiban dan tanggung jawab kita memberikan bantuan sarana-sarana pelatihan sampai pengadaan pelatih yang mumpuni. Bila perlu mendatangkan dan mengontrak pelatih nasional untuk mendongkrak prestasi atlet, terutama cabor yang banyak raihan medali emasnya tapi raihan yang kita peroleh belum maksimal, seperti renang dan angkat besi danberat,” tuturnya. (www.bandung.go.id)

Angklung Logo Porda Jabar XI/2010


Jurnal Bogor, 4 July 2009 oleh jayadi
Rubrik: GELANGGANG

Angklung Logo Porda Jabar XI
Bandung – Alat musik tradisional asal Jawa Barat, “Angklung” ditetapkan menjadi logo Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/ 2010 Jawa Barat. Logo yang mengangkat tema alat musik dari bambu karya Bima Surya Pamila (Cianjur) itu tampil sebagai juara lomba logo yang digelar oleh KONI Jawa Barat.
“Logo itu menggambarkan kekhasan Jawa Barat yakni tanaman bambu dan Baca lebih lanjut

JADWAL KUALIFIKASI PORDA

KEGIATAN PENYELENGGARA  KUALIFIKASI PORDA 2009

CABANG ANGGAR  29  OKTOBER  S/D  1 Nop 2009       GOR KONI SOREANG CABANG BOLA VOLI  3 NOP  s/d  8 NOP 2009                 GOR KONI SOREANG   CABANG PANAHAN  29 NOP s/d  7 DES 2009                 Si JALAK HARUPAT    CABANG KARATE  9 Des  s/d  12 Des 2009                        GOR KONI SOREANG  CABANG GULAT  13 Des   s/d   15 DES 2009                      GOR KONI SOREANG   CABANG BOLA BASKET  16 Des  s/s 20 Des  2009          GOR KONI SOREANG

VENUES PORDA XI/2010

KABUPATEN BANDUNG
CABOR TEMPAT
AEROMODELING LANUD SULAEMAN –   MARGAHAYU
ANGGAR STT Telkom
BALAP SEPEDA TERMINAL GD. TUTUKA SOREANG
DAYUNG SITU CILEUNCA
GOLF SULAEMAN & DAGO VIEW
GULAT SULAEMAN
HOKI SI JALAK HARUPAT
KARATE GOR KONI
KEMPO GD. MOH.TOHA
PABBSI GD. DEWI SARTIKA
PANAHAN JALAK HARUPAT
PANJAT TEBING Lap. Upakarti Soreang
SEPAK BOLA JALAK HARUPAT
SOFTBALL/BASEBALL JALAK HARUPAT
TARUNG DERAJAT GOR KONI SOREANG
TENIS MEJA GOR PELANGI SAYATI
TERJUN PAYUNG LANUD SULAEMAN – MARGAHAYU

Info Jelang PORDA

Galamedia, Selasa, 28 Juli 2009

Pemkot Cimahi Tak Serius Hadapi Porda XI/2010

 

PAJAJARAN,(GM)-
Sejumlah pengurus cabang (pengcab) olahraga mengeluhkan lambatnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pemerintah Kota Cimahi dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010. Padahal, KONI Kota Cimahi pernah mencanangkan masuk 10 Besar pada ajang multieven terbesar di Jabar ini.

“Porda 2010 itu sudah dekat, tetapi kita tidak tahu bagaimana sikap KONI Kota Cimahi untuk menghadapinya. Hingga saat ini belum ada gerakan apa pun dari KONI Kota Cimahi terkait dengan Porda,” kata Ketua Umum Persatuan Wushu Indonesia Kota Cimahi, Elvis Pongsapan kepada wartawan, Senin (27/7).

Padahal, lanjut Elvis, Kota Cimahi telah bertekad untuk masuk 10 Besar pada Porda mendatang. Namun, tekad tersebut tidak diikuti dengan langkah konkret untuk mencapainya. “Kab. Bandung Barat yang baru akan mengikuti Porda saja sudah berani menargetkan masuk 5 Besar. Mereka pun sudah membentuk atlet tim Porda. Sedangkan Kota Cimahi?” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Kota Cimahi, Benny Salimulana. “Kita belum tahu apakah ada Pelatcab Kota Cimahi? Sejauh ini KONI Kota Cimahi belum pernah menjelaskan program yang akan dilaksanakannya menghadapi Porda,” katanya.

Benny mengatakan, KONI Kota Cimahi tidak pernah memberikan arah pembinaan atletnya. Sehingga, pengcab pun tidak mengetahui target yang harus diraihnya pada Porda mendatang.

Dikhawatirkan, lanjutnya, hal itu akan terus berimbas hingga babak kualifikasi mendatang. Akibatnya, atlet Kota Cimahi tidak mampu berbuat banyak pada babak kualifikasi. “Kita berharap bisa bertemu dengan pengurus KONI Kota CImahi mendiskusikan hal ini,” tutur Benny.

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Umum KONI Kota Cimahi, Toto Suharto mengakui, Kota Cimahi sedikit lambat dalam mempersiapkan diri menghadapai Porda mendatang. Hal itu karena terbatasnya anggaran KONI Kota Cimahi.

Namun pada pekan lalu, kata Toto, pihaknya telah mengajukan permohonan dana kepada Pemkot Cimahi untuk melaksanakan pembinaan menghadapi Porda. Bahkan, KONI Kota Cimahi telah mengajukan audiensi dengan DPRD Kota Cimahi.

“Kendalanya, anggota DPRD Kota Cimahi baru akan dilantik pada 23 Agustus mendatang. Jika kita beraudiensi dengan anggota yang lama, dikhawatirkan akan menemui kendala di kemudian hari. Sehingga, kita pun belum berani melakukan pembinaan persiapan Porda,” jelasnya.

Diungkapkannya, dana yang diajukan KONI Kota Cimahi lebih dari Rp 1,4 miliar. Jumlah tersebut diharapkan dapat masuk pada Anggaran Belanja Tambahan 2009. Sedangkan untuk penyelanggaraan, akan diajukan pada APBD 2010.

“Memang dana yang kita miliki berbeda dengan Kota Bandung atau Kab. Bandung. Tetapi kita berharap tetap dapat masuk 10 Besar pada Porda nanti,” katanya. (B.98)**